Jumat, 22 Maret 2013

MANAJEMEN STRATEGI


TUGAS MANAJEMEN STRATEGI


NAMA            : SISCA RIA F
NPM               : 16209754
KELAS           : 4EA17
=========================================================
1.      Merumuskan 10 tahun yang akan datang dengan tujuan yang ingin dicapai, kalau sudah terwujud  langkahnya seperti apa dan kalau belum terwujud langkah apa yang harus dilakukan ?
Jawab :
Setiap manusia mempunyai tujuan dan harapan yang lebih baik, harapan saya 10 tahun yang akan datang adalah ingin menjadi pengusaha yang sukses dan menjadi ibu yang bertanggungjawab atas anak dan keluarga. Semua sesuatu kalau ingin menjadi sukses harus dari bawah dan belajar dari yang sudah gagal supaya menjadi berhasil. Usaha yang baru saya jalankan adalah menawarkan produk nutrisi untuk semua kalangan jenis dan usia. Pada saat ini saya merasa produk saya belum berhasil karena untuk meyakinkan seseorang untuk membelinya tidaklah mudah ditambah dengan para pesaing.  
Langkah-langkahnya adalah :
a.       Kenali kemampuan dan cita-cita kita sendiri. Ini adalah langkah awal pertama.
b.      Focus pada tujuan.
c.       Terus asa bakat.
d.      Berani mencoba sesuatu yang baru.
e.       Tekunlah.
f.       Belajar dari orang yang sudah sukses.

2.      Analisis faktor eksternal dan internal untuk mencapai tujuan ?
Jawab :
Dari faktor eksternal adalah :
Faktor keluarga, lingkungan, ekonomi, politik dan sebagainya adalah faktor penunjang dalam menjalankan usaha supaya menjadi sukses. Tanpa adanya faktor eksternal maka tidak akan bisa jalan seimbang.
Dari faktor internal adalah :
Faktor utama dari keberhasilan usaha seseorang adalah faktor diri sendiri. Diri sendiri yang bisa mengukur kemampuannya dan diri sendirilah yang tahu dan apa yang diinginkan.

3.      Misi dan visi tempat anda bekerja ?
Jawab :
Misi di tempat kerja saya adalah menjadi pilihan utama bagi mahasiswa yang akan berkarya dan mengembangkan karir dibidang Pariwisata dan Perhotelan.

Visinya adalah Menghasilkan lulusan yang memiliki karakter, kompeten di bidang Pariwisata, khususnyan Perhotelan, baik di tingkat Nasional maupun Internasional.


Kamis, 10 Januari 2013

PERBEDAAN PERILAKU TERHADAP PELAKU KORUPSI DENGAN PELAKU TINDAK PIDANA LAINNYA


PERBEDAAN PERILAKU TERHADAP PELAKU KORUPSI DENGAN PELAKU TINDAK PIDANA LAINNYA

 

Kita semua tahu bahwa melakukan Korupsi adalah termasuk salah satu perbuatan yang masuk kedalam kategori Pidana. Untuk mencegah terjadinya tindak Pidana Korupsi telah banyak peraturan perundang –undanganan yang telah dikeluarkan Pemerintah, dan hampir disemua Negara memiliki perundang-undangan Anti Korupsi, namun isi dari Undang-undang dimasing masing Negara pasti berbeda termasuk perlakuan terhadap Koruptornya dari mulai proses  penyelidikannya, penyidikan, penahanannya, pengadilannya sampai penjatuhan hukumannya.

Walaupun sudah banyak sekali buku-buku/literature yang mengupas hal tersebut, dan juga sudah banyak para Tehnokrat,Praktisi Hukum , pengamat politik/hukum,LSM dan Ahli-ahli Hukum yang membahasnya,   tetapi mengapa Korupsi di Negara kita tercinta ini masih tetap Exis dan seolah-olah seperti dilestarikan supaya tetap ada terus. …….. sebagai contoh ;  Untuk ikut Pilkada pemilihan Walikota/Bupati setiap calon paling tidak akan menghabiskan dana puluhan milyard, sedang untuk Pilkada Tingkat Gubernur bisa menghabiskan dana ratusan milyard.
Nah karena korupsi harus dilestarikan maka nya terjadi perbedaan perlakuan terhadap pelaku tindak pidana korupsi dengan pelaku tindak pidana lainnya.
Lembaga pencegahan tindak pidana :
Dalam rangka untuk mencegah terjadinya suatu perbuatan tindak pidana , maka pemerintah akan membentuk lembaga-lembaga/institusi yang   tentunya bertujuan agar tidak terjadi Tindak Pidana tersebut, misalnya ;
  • Dibentuk BNN untuk mencegah dan sekaligus ikut bertugas dalam memberantas tindak pidana Narkotika bersama aparat hukum lainnya yang sudah ada.
  • Dibentuk Satuan Tugas DENSUS 88, untuk mencegah dan sekaligus ikut bertugas dalam memberantas tindak pidana Terorisme bersama aparat hukum lainnya yang telah ada.
Dari dua macam contoh dibentuknya tambahan lembaga-lembaga untuk mencegah terjadinya tindak pidana Narkotika dan Terorisme ternyata memang berdampak cukup efektif untuk mencegah dan mengurangi terjadinya tindak pidana Narkotika dan Terorisme . Walaupun tindak pidana tersebut masih tetap ada namun dari hasil penangkapan dan penindakan yang telah dilakukan aparat tidak hanya sebatas pelaku kelas terinya tetapi juga sampai ke gembong kelas kakapnya . Dunia Internaltional pun sudah mengakui keberhasilan Indonesia untuk mencegah dan memberantas tindak pidana Narkotika dan Terorisme.


Rabu, 07 November 2012

TUGAS



TUGAS III
PROMOSI DAN PEMASARAN YANG BERETIKA


Langkah umumnya yang dilakukan oleh perusahaan dalam menghasilkan pendapatan (revenue), sudah tentu dengan cara beriklan. iklan atau sebuah promosi dalam hal ini menyangkut dalam bentuk printed media seperti: koran, flyer, poster, dan lain sebagainya. bentuk iklan yang lain juga seperti media Billboard, Mini Billboard, iklan di TV, radio, dan internet juga merupakan salah satu bentuk iklan yang umum digunakan oleh perusahaan-perusahaan penjual barang atau jasa. sesuai perkembangan jaman, saat ini internet memegang peranan penting dalam pembentukan opini masyarakat, dikarenakan lebih banyak segmen market saat ini yang menggunakan internet (baik itu sosial media, blog, web portal, dan lain sebagainya).
Iklan memiliki dua fungsi yaitu iklan sebagai fungsi informasi dan iklan sebagai fungsi persuasif. iklan dalam fungsi informasi adalah menjelaskan suatu hal tentang produk atau servis dengan juga menjelaskan keadaan dan fitur yang tersedia dalam produk atau servis tersebut.  iklan dalam fungsi persuasif artinya adalah iklan berperan membujuk orang atau target konsumen agar membeli produk atau jasa yang diiklankan.
Harapan dari semua perusahaan ketika beriklan adalah mampu membuat masyarakat sebagai konsumen untuk melakukan pembelian atau transaksi dengan produk dan jasanya. sehingga hal tersebut dapat menghasilkan revenue bagi perusahaan tersebut. hal yang merugikan dalam kegiatan promosi iklan ini di mana iklan ternyata tidak efektif dan tidak mampu menciptakan keinginan pembelian oleh konsumen, sehingga biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan ternyata terbuang sia-sia. untuk menghindari kerugian ketika beriklan, tak jarang perusahaan melakukan trik komunikasi ketika beriklan. trik komunikasi yang dilakukan menyangkut istilah yang biasanya digunakan oleh banyak praktisi komunikkasi pemasaran dan kehumasan yaitu “Tell the truth but not all the truth” sehingga bahasa yang digunakan sangat menarik bagi konsumen, tapi ternyata ketika diaplikasikan, malahan banyak syarat dan ketentuan yang harus konsumen tanggung untuk mendapatkan benefit atau promosi yang ditawarkan dalam iklan tersebut.

Referensi :


PERTEMUAN VIII
HAK PEKERJA


1.      Hak atas pekerjaan dan upah yang adil
Pengertian Hak Ketika lahir, manusia secara hakiki telah mempunyai hak dan kewajiban. Tiap manusia mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda, tergantung pada misalnya, jabatan atau kedudukan dalam masyarakat.
Contoh kasus :
a.       Situasi perburuhan dibawah Perusahaan Lonsum (London Sumatera), PT Lonsum merupakan perusahaan perkebunan diDeli Serdang, Sumatra Utara.
b.      Akhir Tahun2007, PT Lonsum dinyatakan sebagai Perusahaan yang berhasil mendapatkan penghargaan Zero Accident, dan memperlakukan hak-hak buruh secara layak dan manusiawi.

2.      Hak untuk berserikat dan berkumpul
Pada masa lalu UU ormas digunakan oleh rezim Orde Baru untuk membunuh hak atas kebebasan berserikat. Karena itu, revisi UU ormas itu harus diarahkan untuk memperkuat perlindungan hak atas kebebasan berserikat dan hak-hak fundamental yang berkaitan dengan itu, yakni hak kebebasan berkumpul dan kebebasan berekspresi.

3.      Hak atas perlindungan keamanan dan kesehatan
Sehat merupakan suatu keadaan yang didambakan oleh setiap orang. Hingga batas-batas tertentu, tiap orang kecuali anak-anak, mampu menjaga kesehatannya sendiri. Mereka akan hidup dengan teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, berolah raga secukupnya, dan sebagainya. Persoalan akan menjadi lain ketika orang jatuh sakit yang memerlukan pertolongan pihak lain. Bagaimanapun, kesehatan merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan, sedangkan pengetahuan dan ketrampilan pasien terbatas. Dengan demikian, pasien maupun keluarganya akan mencari pertolongan kepada petugas kesehatan.
Berdasarkan gambaran di atas, dapat dikatakan bahwa pelayanan kesehatan mempunyai ciri khas yang berbeda dengan pelayanan jasa / produk lainnya, yaitu consumer ignorance atau ketidaktahuan konsumen, supply induced demand / pengaruh penyedia jasa kesehatan terhadap konsumen (konsumen tidak memiliki daya tawar dan daya pilih), produk pelayanan kesehatan bukan konsep homogen, pembatasan terhadap kompetisi, ketidakpastian tentang sakit, serta sehat sebagai hak asasi.

4.      Hak perlakuan keadilan dan hukum
Contoh kasus :
Semakin maraknya kasus anak di Bali beberapa tahun terakhir ini menjadikan kita merasa sangat prihatin. Walaupun perhatian pemerintah telah diwujudkan melalui Undang Undang Perlindungan Anak yaitu UU No. 23 tahun 2002, namun belum mampu menekan kasus yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun pelaku tindak pidana.
Berbagai upaya telah dilakukan pada tingkat pengambil kebijakan setingkat Menteri maupun Kejaksaan Agung, Kepolisian, dan sebagainya. Salah satu contoh, kesepakatan bersama dalam penangan kasus anak bermasalah hukum (ABH) adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Sosial, Jaksa Agung RI, Kepolisian RI, serta Mahkamah Agung tentang Penanganan Anak Bermasalah Hukum.

5.      Hak atas rahasia pribadi
Hak atas rahasi priabadi adalah Karyawan punya hak untuk dirahasiakan data pribadinya, bahkan perusahan harus menerima bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak boleh diketahui oleh perusahaan dan ingin tetap dirahasiakan oleh karyawan.
Hak atas rahasia pribadi tidak mutlak, dalam kasus tertentu data yang dianggap paling rahasia harus diketahui oleh perusahaan atau akryawan lainnya, misalnya orang yang menderita penyakit tertentu. Ditakutkan apabila sewaktu-waktu penyakit tersebut kambuh akan merugikan banyak orang atau mungkin mencelakakan orang lain.
Umumnya yang dianggap sebagai rahasia pribadi dan karena itu tidak perlu diketahui dan dicampuri oleh perusahaan adalah persoalan yang menyangkut keyakinan religius, afiliasi dan haluan politik, urusan keluarga serta urusan sosial lainnya.
KUHP terdapat beberapa ketentuan mengenai pembatasan atas informasi atau informasi yang harus dirahasiakan dan memberikan sanksi pidana bagi orang yang memberikan informasi mengenai suatu hal tertentu. Beberapa ketentuan yang masuk klasifikasi kejahatan atas informasi rahasia dalam KUHP, antara lain :
a.       Rahasia (kepentingan) negara (Pasal 112 KUHP)
b.      Rahasia militer (Pasal 124 KUHP)
c.       Rahasia jabatan (Pasal 322 KUHP)
d.      Rahasia perusahaan (Pasal 323 KUHP)
e.       Rahasia pribadi yang dibuka untuk memeras seseorang (Pasal 369 KUHP)
f.       Rahasia surat menyurat melalui kantor pos atau kerahasian melalui telepon umum (Pasal 430-433 KUHP)

6.      Hak atas kebebasan suara hati
Hak atas kebebasan suara hati adalah adalah Pekerja tidak boleh dipaksa untuk melakukan tindakan tertentu yang dianggapnya tidak baik, atau mungkin baik menurut perusahaan jadi pekerja harus dibiarkan bebas mengikuti apa yang menurut suara hatinya adalah hal yang baik.
7.      Whistle Blowing internal dan eksternal
Dalam etika bisnis berbahasa Inggris bermasalah lebih di kenal sebagai whistle blowing (menipu pluit). Dalam etika, whistle blowing mendapat arti lebih khusu lagi yakni menarik perhatian dunia luar dengan melaporkan kesalahan yang dilakukan oleh sebuah organisasi. Whistle blowing internal adalah pelaporan kesalahan di dalam perusahaan sendiri dengan melewati atasan langsung.
Contohnya adalah seorang karyawan melaporkan suatu kesalahan langsung kepada direksi memalui manajer dan kepala direksi.


Referensi :
http://www.balisruti.or.id/perlakuan-hukum-terhadap-anak-menuju-keadilan-yang-restorative.html